Berita Utama > Berita > BTS Tenaga Surya Ampuh Hasilkan Listrik

Detail Berita

BTS Tenaga Surya Ampuh Hasilkan Listrik

Apr, 19 2010

JAKARTA (Berita SuaraMedia) - Sumber energi pada Base Transceiver Station (BTS) rupanya tidak hanya dapat menggunakan sumber energi konvensional berupa listrik. Sulitnya mendapatkan pasokan listrik untuk pengoperasian BTS di daerah-daerah terpencil mendorong Telkomsel untuk mengembangkan penggunaan energi alternatif bagi BTS selain listrik.

Baru-baru ini Telkomsel secara resmi mengoperasikan BTS dengan energi alternatif dengan sumber energi cahaya matahari yang didapatkan dengan penggunaan panel solar di Pulau Senayang, Kepulauan Riau. Pengoperasian ini merupakan BTS ke 132 dengan panel solar milik Telkomsel sekaligus sebagai yang terbanyak di Asia.

GM Radion Operation Power System Telkomsel Iwan Chaerul mengatakan penggunaan panel solar sebagai sumber energi alternatif ini merupakan upaya untuk menjamin ketersediaan power supply yang dibutuhkan untuk pengoperasian BTS.

"Terutama untuk daerah-daerah terpencil dimana ketersediaan listrik PLN masih sangat minim. Apalagi wilayah Indonesia merupakan negara kepulauan dengan variasi kontur geografis yang berbedak-beda," kata Iwan Chaerul dalam konferensi persnya, di Jakarta. Iwan menjelaskan penggunaan panel solar sebagai sumber energi BTS sangat memungkinkan dan cocok diterapkan pada pembangunan BTS di daerah-daerah dengan pasokan listrik minim.

Panel solar diklaim mampu memasok energi listrik sebesar 0, 115 megawatt seperti yang terdapat pada BTS konvensional dengan sumber energi listrik atau pun genset berbahan bakar solar. "Hampir setara dengan 100 genset konvensional berkapasitas 20 kVA," tuturnya.

Sumber energi matahari dengan panel solar ini, kata Iwan, mampu memasok energi BTS hingga tiga hari. Ini sudah termasuk dengan keperluan pengisian baterai cadangan yang dioperasikan pada malam hari ketika tidak ada cahaya matahari.

"Panel solar yang kami gunakan luasnya 140 meter persegi. Ini mampu memenuhi kebutuhan listrik BTS sampai tiga hari. Lebih lama dibandingkan panel solar lainnya yang hanya bertahan 24 jam," kata dia.

Biaya yang dikeluarkan untuk pengoperasian dan maintenance BTS berpanel solar ini pun, kata Iwan, jauh lebih murah dibanding BTS yang menggunakan genset. Operator hanya mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk pengadaan panel solar dan lahan yang agak luas pada awal pembangunan BTS. "Selanjutnya dalam pengoperasian kita tidak butuh biaya apapun selain maintenance," tuturnya.

Sementara ini, ujarnya, penggunaan panel solar ini lebih tepat pada BTS di daerah-daerah terpencil. Sementara di kota besar, relatif kurang cocok karena biaya lahan yang tentu jauh lebih mahal berhubung panel solar membutuhkan lahan yang lebih luas.

Mengenai investasi yang dikeluarkan Telkomsel untuk pembangunan sebanyak 132 BTS berpanel solar tersebut, Iwan mengatakan total dibutuhkan biaya sekitae Rp 60 hingga Rp 100 miliar. "Ke depan kita punya plan untuk 39 BTS panel solar lagi," ucapnya.

Pada Kesempatan yang lalu Telkomsel secara resmi telah mengoperasikan 132 Base Transceiver Station (BTS) yang ramah lingkungan (go green) dengan panel surya di seluruh Indonesia sekaligus menjadikan Telkomsel sebagai operator seluler dengan BTS ramah lingkungan terbanyak di Asia.. BTS ke-132 dipasang di Pulau Senayang, Kepulauan Riau.

Sumber energi BTS yang umum digunakan selama ini memang masih bersumber dari ketersediaan listrik. Kondisi ini menjadi tidak memungkinkan pada BTS yang didirikan di daerah-daerah terpencil di Indonesia dimana ketersediaan listrik masih merupakan barang langka.

Iwan menjelaskan BTS Go Green ini tersebar di seluruh wilayah Indonesia, yakni Sumatra 33 BTS, Jawa 22 BTS, Bali dan Nusa Tenggara 23 BTS, Kalimantan 18 BTS, Sulawesi dan Maluku serta Papua 36 BTS.

Mengenai energi yang dihasilkan dan digunakan, kata Iwan, BTS Panel Solar ini sudah sesuai dengan standar dalam industri telekomunikasi selular, yakni 0, 115 megawatt atau hampir setara dengan 100 genset konvensional berkapasitas 20 kVA. Ia menjamin BTS dengan panel solar ini sama kinerjanya dengan BTS konvensional yang masih menggunakan genset dan bahan bakar solar.

"Utamanya adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan energi alternatif secara total. Karena di sisi lain posisi sekrang energi kita itu ketersediaannya sangat kurang," tuturnya.

Iwan mengatakan, program BTS go green dengan panel solar ini masih akan terus berkembang dan semakin banyak. Kedepannya, kata Iwan, Telkomsel akan membangun lagi 39 BTS berpanel solar.

Ia mengklaim penggunaan panel solar selain sebagai energi alternatif, juga merupakan suatu penggunaan energi yang ramah lingkungan dan tidak berdampak polutif. Penggunaan sinar matahari sebagai sumber energi tidak meninggalkan zat kimia berbahaya, suara bising, atau bau tidak sedap.

"Pemanfaatan sumber energi alternatif ini juga sekaligus sebagai imbauan kepada pemerintah dan semua pihak untuk melakukan efisiensi listrik yang semakin langka," pungkasnya.

Lebih lanjut mengenai konten bahan baku peralatan panel solar yang digunakan, kata Iwan, Telkomsel untuk sementara masih menggunakan panel solar keluaran Jepang dan AS seperti Energy dan Kyocera. "Ke depan tidak menutup kemungkinan kita pakai produk-produk lokal jika pengembangannya juga sudah semakin baik," tuntasnya. (km2) www.suaramedia.com